Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Jumat, 6 Maret 2020

Mahasiswa KKN Dapat Diberdayakan Untuk Pemberantasan Narkoba

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan - Sebagian besar wilayah Kabupaten Kuningan dikelilingi oleh banyak obyek wisata, rumah makan serta tempat hiburan lainnya, udaranya yang sejuk dan segar serta pesona alam yang terhampar luas menarik perhatian setiap pengunjung dari berbagai wilayah untuk datang ke Kota Kuda. Meski penduduknya mayoritas petani, namun hal itu tak menjamin wilayah ini aman dari peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba. Justru ada kecenderungan peredaran Narkoba di pelosok-pelosok terutama daerah yang di dominasi oleh tempat hiburan. Karena itu dalam Kegiatan KKN mahasiswa Universitas Swadaya Gunungjati Cirebon menghadirkan Kepala BNN Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, M.Si, pada 5 Maret 2020 bertempat di Desa Silebu Kecamatan Pancalang.

Kegiatan yang dihadiri oleh siswa sma, tokoh masyarakat, aparat desa babinsa serta tokoh ulama. Menurut Asep Yusup Hamdani, S.Sos selaku kepala Desa Silebu mengatakan “ ini adalah langkah terbaik dalam upaya mencegah masuk dan beredarnya narkoba ke wilayah Desa Silebu, kegiatan sosialisasi ini harus terus digalakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya narkoba”. tuturnya

Dalam upaya menumpas dan memerangi kejahatan narkoba yang kian meresahkan masyarakat dan menghancurkan generasi ke depan. Sosialisasi adalah hal yang sangat efektif untuk mencegah dan menghentikan pergerakan para pengedar. Masyarakat akan mengetahui dan memahami bahaya narkoba kalau kita terus memberi informasi terhadap keluarga, tetangga, teman serta orang terdekat kita.

Edi mengatakan bahwa mahasiswa sebagai generasi yang kritis terhadap perkembangan bangsa harus peka dan jeli akan pengaruh negatif narkoba. Satu demi satu banyak sudah nyawa hilang mereka sudah salah arah, kenakalan remaja semakin meningkat itu semua diakibatkan karena kurangnya keharmonisan di dalam keluarga kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, merasa cuek dan acuh tak acuh sehingga anak mencari jati dirinya tanpa arah mencari orang terdekat di luar yang akhirnya mereka menemukan teman dekat yang salah hingga terjebak dalam pergaulan yang membawa mereka ke jurang kehancuran. Selain itu, kehadiran KKN dapat menjadi panutan dan contoh bagi warga desa untuk mewujudkan desa bersinar (bersih narkoba) dalam rangka menyukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.


Selasa, 3 Maret 2020

SMK Pertiwi Kuningan Memasukkan Materi Bahaya Narkoba Dalam Program Sekolah

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan - Tingginya jumlah penyalahguna narkoba di kalangan pelajar Kuningan yang mencapai 42% dari seluruh total penyalahguna, membuat sivitas akademika SMK Pertiwi was-was. Pihak sekolah khawatir bila kejadian yang tidak diinginkan menimpa siswa-siswi di sekolahnya. Oleh sebab itu dalam rangka mengantisipasi agar tidak ada siswa yang menyalahgunakan narkoba,  SMK Pertiwi Kuningan mengundang penyuluh BNN untuk dapat memberikan sosialisasi bahaya narkoba pada 1500 siswa hari Senin tanggal 2 Maret 2020.

Penyampaian informasi P4GN (Pencegahan  dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba tersebut disampaikan oleh penyuluh narkoba Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom, M.A dan Soni Sutrisno, S.Kom didampingi oleh Lusi Herawati, A.Md. Meskipun diadakan di Lapangan upacara dan terik matahari, namun acara berlangsung hikmat karena  siswa antusias dengan materi yang disampaikan. Menurut Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Yogi Dwiarianto mengatakan bahwa program penyuluhan ini penting disampaikan kepada para siswa karena mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai satu siswa tapi menularkan pengaruh buruk pada banyak siswa lainnya.

Lebih lanjut Yogi meneruskan program ini merupakan rangkaian pembentukan karakter siswa-siswi yang tidak hanya dibekali dengan kemampuan teknis untuk diterjunkan di dunia kerja, melainkan ketahanan diri untuk menangkal hal buruk termasuk narkoba. Selain sosialisasi P4GN, SMK Pertiwi juga mengundang pihak Polres bagian Lalu Lintas untuk menyosialisasikan keselamatan dalam mengemudi. Mengingat banyak siswa yang sudah berusia 17 tahun dan menggunakan kendaraan bermotor baik berangkat maupun pulang sekolah. Acara seperti rencana akan dimasukkan program rutin tiap bulan oleh pihak sekolah agar menjadi perhatian bagi siswa dan siswi.


Rabu, 26 Februari 2020

Perkuat Daya Tangkal Narkoba, RRI Cirebon Kunjungi BNN Kuningan

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan -  Melaksanakan visi dan misi RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik, yang dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Visi RRI sebagai Radio Publik seiring dengan amanah demokratisasi di Indonesia, harus mampu berpihak pada kepentingan publik sesuai konstruksi sosial saat ini, yaitu Kekuasaan Negara ( State/Politik ), Kekuatan Pasar ( Market capitalism ) dan Lingkup Kekuatan Kolektif Sosial (Communalism). Dalam implementasi di lingkup kolektif sosial,  RRI perlu berkolaborasi dengan berbagai leading sector tidak terkecuali dengan BNN yang merupakan koordinator dalam pemberantasan narkoba.

Untuk melaksanakan perannya yang berpihak pada kepentingan publik dalam Lingkup Kekuatan kolektif Sosial, RRI Cirebon mengadakan kunjungan kerja ke BNN Kabupaten Kuningan pada hari Selasa, 25 Februari 2020. Dalam kunjungan tersebut hadir Kepala RRI Cirebon Bambang Dwiyanto, Kasubsi Reporter Moh. Bakri, dan Kasi Pemberitaan Sugiarto. Sedangkan dari pihak BNN Kabupaten Kuningan yang menyambut adalah Kasubag Umum Agus Mulya, Kasi Pemberantasan Warga Sumpena, dan Kasi Rehabilitasi Asep Syaripudin.

Dalam pertemuan ini dibahas tentang kerjasama antar kedua lembaga bahwasanya keduanya telah bekerja sama sejak tahun pertama BNN Kabupaten Kuningan berdiri yaitu tahun  2011. Selama ini kerjasama yang terjalin adalah berupa siaran BNN di RRI Cirebon yang disiarkan baik melalui saluran radio maupun streaming melalui aplikasi Play Store. Prestasi yang telah dicapai dari kerjasama ini adalah siaran tersebut telah disiarkan dan diperdengarkan hingga ke manca negara. Untuk itu kedepannya perlu tetap dijalin agar menyuarakan narkoba tetap bisa digaungkan melalui RRI.


Jumat, 21 Februari 2020

Jadi Tenaga Kerja Handal Tanpa Narkoba? SMK Bisa!

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan – Mempersiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing dikancah bursa kerja, perlu dibekali dengan keterampilan dan keahlian yang bermanfaat bagi siswa SMK. Tidak itu saja ketahanan diri untuk menolak hal-hal yang buruk bagi masa depan juga diperlukan untuk menunjang karir dimasa depan. Sebagaimana yang dilakukan oleh kolaborasi siswa-siswi SMK Negeri 4 Kuningan yang berinisiatif menyelenggarakan acara sosialisasi bahaya narkoba yang bertajuk “Milenial Sehat Tanpa Narkoba” pada hari jumat, 21 Februari 2020. Menurut penuturan Kepala program studi OTKP (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran), Didi Ubaidillah, S.Pd kegiatan tersebut murni inisiasi para siswa sebagai panitia tanpa campur tangan guru. Hal ini dimaksudkan agar siswa belajar untuk mampu mengorganisir acara atau berperan sebagai Event Organizer. Sehingga berguna kelak bagi mereka setelah lulus sekolah dan terjun ke dunia kerja.

Kehadiran yang dirancang siswa ini menghadirkan penyuluh narkoba dari BNN Kabupaten Kuningan sebagai guru tamu yaitu Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom, M.A dan Soni Sutrisno, S.Kom didampingi oleh Agus Rumli. Kedua penyuluh memberikan respon positif terhadap antusiasme peserta yang terdiri dari 99 orang siswa kelas XI prodi OTKP. Antusiasme terlihat dari minat bertanya mereka yang tinggi, bahkan beberapa diantaranya curhat pernah ditawari ganja dan dextro waktu masih duduk di tingkat SMP. Namun dia menolak karena tahun itu berbahaya bagi kesehatan dan masa depan. Curhat tersebut diapresiasi oleh penyuluh, karena sikap yang tegas diperlukan untuk menangkal diri dari narkoba. Terlebih nanti setelah lulus sekolah dan bekerja godaan narkoba juga besar terutama datang dari tempat pergaulan di kota.

Acara ditutup dengan doorprize dimana bagi siswa yang telah bertanya berhak mendapat hadiah baik dari panitia pelaksana maupun dari BNN Kabupaten Kuningan. Maman Luqmanul Hakim, S.Pd sebagai Wakabid SDM sekolah bangga dengan kesuksesan yang diorganisir para siswa kelas XII ini. Diharapkan kerjasama SMK Negeri 4 dan BNN Kabupaten Kuningan bisa berlanjut untuk mewujudkan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) dan siswa- siswa SMK yang handal bekerja dan punya daya tangkal terhadap narkoba.


Selasa, 11 Februari 2020

Perangi Narkoba di Majalengka, Kostrad Yonif Raider 321/GT Rangkul BNN Kuningan

kuningankab.bnn.go.id, Majalengka – Sebanyak 174 prajurit angkatan darat yang bertugas di Majalengka mendapat giliran untuk melaksanakan test urine yang dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Kuningan. Acara yang berlangsung pada hari Senin 10 Februari 2020 tersebut merupakan komitmen kuat unsur TNI dalam mengawal  program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelapa Narkoba) di wilayah Majalengka.

Edi Heryadi selaku Kepala BNN Kabupaten Kuningan mengapresiasi niat dari Komandan Yonif Raider 321, Kolonel Deri Indrawan, karena telah merangkul BNN Kabupaten Kuningan dalam penanganan kasus narkoba di Majalengka. Deri menyatakan sangat bangga dapat berpartisipasi dalam mengantisipasi bahaya narkoba di Indonesia terutama di Kabupaten Majalengka. Menurutnya sebagai TNI mereka memiliki kewajiban melindungi tumpah darah Indonesia dari kejahatan apapun tidak terkecuali kejahatan Narkoba yang merupakan kejahatan luar biasa.

Kegiatan test urine ini dinyatakan negatif narkoba bagi seluruh personil yang artinya para prajurit tidak ada yang menyalahgunakan narkoba. Dari kegiatan kerjasama tersebut kedua belah pihak berharap untuk tetap saling berkoordinasi dan lebih sigap dalam merespon segala kejahatan yang terjadi di masyarakat terutama yang terkait kasus narkoba. Karena TNI merupakan garda terdepan bagi ketahanan dan pertahanan NKRI (Negara Kesatuan Republi Indonesia). NKRI Harga mati.


Jumat, 21 Februari 2020

Jadi Tenaga Kerja Handal Tanpa Narkoba? SMK Bisa!

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan – Mempersiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing dikancah bursa kerja, perlu dibekali dengan keterampilan dan keahlian yang bermanfaat bagi siswa SMK. Tidak itu saja ketahanan diri untuk menolak hal-hal yang buruk bagi masa depan juga diperlukan untuk menunjang karir dimasa depan. Sebagaimana yang dilakukan oleh kolaborasi siswa-siswi SMK Negeri 4 Kuningan yang berinisiatif menyelenggarakan acara sosialisasi bahaya narkoba yang bertajuk “Milenial Sehat Tanpa Narkoba” pada hari jumat, 21 Februari 2020. Menurut penuturan Kepala program studi OTKP (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran), Didi Ubaidillah, S.Pd kegiatan tersebut murni inisiasi para siswa sebagai panitia tanpa campur tangan guru. Hal ini dimaksudkan agar siswa belajar untuk mampu mengorganisir acara atau berperan sebagai Event Organizer. Sehingga berguna kelak bagi mereka setelah lulus sekolah dan terjun ke dunia kerja.

Kehadiran yang dirancang siswa ini menghadirkan penyuluh narkoba dari BNN Kabupaten Kuningan sebagai guru tamu yaitu Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom, M.A dan Soni Sutrisno, S.Kom didampingi oleh Agus Rumli. Kedua penyuluh memberikan respon positif terhadap antusiasme peserta yang terdiri dari 99 orang siswa kelas XI prodi OTKP. Antusiasme terlihat dari minat bertanya mereka yang tinggi, bahkan beberapa diantaranya curhat pernah ditawari ganja dan dextro waktu masih duduk di tingkat SMP. Namun dia menolak karena tahun itu berbahaya bagi kesehatan dan masa depan. Curhat tersebut diapresiasi oleh penyuluh, karena sikap yang tegas diperlukan untuk menangkal diri dari narkoba. Terlebih nanti setelah lulus sekolah dan bekerja godaan narkoba juga besar terutama datang dari tempat pergaulan di kota.

Acara ditutup dengan doorprize dimana bagi siswa yang telah bertanya berhak mendapat hadiah baik dari panitia pelaksana maupun dari BNN Kabupaten Kuningan. Maman Luqmanul Hakim, S.Pd sebagai Wakabid SDM sekolah bangga dengan kesuksesan yang diorganisir para siswa kelas XII ini. Diharapkan kerjasama SMK Negeri 4 dan BNN Kabupaten Kuningan bisa berlanjut untuk mewujudkan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) dan siswa- siswa SMK yang handal bekerja dan punya daya tangkal terhadap narkoba.


Selasa, 12 November 2019

BNN Mengudara di Langit Kuningan Menyebarkan P4GN

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan - Bermaksud menjangkau lebih banyak audiens di Kuningan dan sekitarnya, BNN Kabupaten Kuningan kini kembali melakukan siaran ke radio. Siaran kali ini dilaksanakan oleh Penyuluh Narkoba Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom, M.A didampingi oleh penyiar Pandu Hamzah studio Kuningan FM (100,5 MHz). Acara yang berlangsung pada pukul senin 20.00 WIB membahas problematika seputar narkoba dan permasalahannya. Selain itu juga dibuka sesi wawancara interaktif baik untuk yang menelepon ataupun mengirim chatting melalui aplikasi whatsapp.

Dalam wawancara dan diskusi ini  memancing dua penelepon dan satu pengirim whatsapp yaitu Yanti dari Garawangi, Bani dari Cilimus, dan Nana Parud dari Jalaksana. Yanti menanyakan bahwa bagaimana kiat untuk mencegah anak remaja terhindar dari narkoba. Sedang Bani lebih memberi masukan pada sistem pemberantasan BNN untuk sigap seperti tim 86 di acara TV. Berbeda dengan Yanti dan Bani, Nana Parud lebih mendukung program BNN dan mengingatkan pendengar melalui pusis dan pantun yang menarik bertema jauhi narkoba.

Dengan adanya program BNN mengudara, atas nama BNN Novy berharap masyarakat dapat berpartipasi dalam program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba)  dan saling membangun sinergi dengan BNN untuk menuntaskan kasus narkoba di wilayah Kuningan.  Acara yang bertajuk “Kuningan Bersinar” dengan slogas “narkoba no, prestasi yes” ini akan menjadi rutin ditayangkan setiap hari Senin pukul 20.30 WIB – 22.00. Selain dapat didengar oleh masyarakat wilayah Kuningan, acara ini dapat menjangkau sebagian wilayah Cirebon, Majalengka,Pangandaran, Ciamis, Brebes, dan Tegal.

 


Sabtu, 9 November 2019

BNN Kuningan Gencar Edukasi Pelajar

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan - Menggalakkan program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), BNN Kabupaten Kuningan selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak tidak terkecuali lingkungan pendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Program P4GN kali ini BNNK kuningan bekerjasama dengan FOJB (Forum OSIS Jawa Barat) menggelar acara edukasi kepemudaan untuk perwakilan anggota OSIS SMA/SMK/MA seluruh Kuningan yang melangsungkan acara  di SMA Negeri 3 Kuningan.

Menurut ketua panitia Muhammad Dzikri “Acara FOJB ini ingin menunjukkan bahwa remaja terutama yang tergabung dalam kepengurusan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) antusias dalam melakukan kegiatan positif dan silaturahim seluruh OSIS di Kuningan. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengasah keahlian leadership sebagai bekal masa depan untuk individu bangsa dan negara.” Kepala BNNK Kuningan Edi Heryadi menyambut baik dengan inisiatif FOJB ini, sehingga dalam pemaparan tentang P4GN tersebut ia menghimbau agar para anggota dapat menjadi inspirator dan teladan bagi teman-teman di sekolah masing-masing. Menurut Edi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Kuningan cukup memprihatinkan dengan banyaknya pelajar yang sudah pernah mencoba obat-obatan terlarang di beberapa sekolah tertentu. Oleh sebab itu perlu adanya daya tangkal baik secara individu maupun kelompok agar berani “say no to drugs”.

Secara terpisah pada kamis 8 November 2019, penyuluh BNNK Kuningan Novy Khusnul Khotimah juga melaksanakan edukasi P4GN di MTsS Misbahul Huda Kalimanggis. Di depan siswa-siswi calon pengurus OSIS tersebut Novy mengajak mereka untuk meneladani nabi Muhammad SAW sebagaimana momen Maulid Nabi yaitu untuk menjauhi narkoba. Dalam bahasa Al-Quran, narkoba ini disebut dengan Khamr atau segala sesuatu yang memabukkan.  Untuk semakin memahami bahaya Khamr, Novy dan para siswa anggota LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah) bersama membaca ayat tentang larangan Khamr yaitu Al-Maidah 90-91. Pembacaan ayat suci ini dimaksudkan untuk mempertegas bahwa khamr termasuk narkoba adalah jelas dilarang oleh Al-Quran kitab suci umat agama Islam. Maka dari itu sebagai muslim yang taat seharusnya kita menjauhi narkoba sekarang juga.


Senin, 9 Desember 2019

Pelajar dan Mahasiswa Siap Jadi Relawan BNN

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan - Dalam rangka penyiapan kader untuk Organisasi, Satuan Pelajar dan Mahasiswa  (SAPMA) Pemuda Pancasila melaksanakan kegiatan makrab yang dilaksanakan pada tanggal 6 sampai dengan 8 Desember 2019. Kegiatan ini menyisipkan berbagai materi tentang bela negara salah satunya adalah sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Kuningan. Sosialisasi tersebut menghadirkan penyuluh narkoba yaitu Novy Khusnul Khotimah, M.A didamping oleh Soni Sutrisno, S.Kom, dan Lusi Herawati, A.Md. Kegiatan yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan Palutungan ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Kuningan.

Para peserta dalam kegiatan tersebut sangat antusias dengan sosialisasi yang disampaikan oleh BNN. Bahkan tidak sedikit yang curhat tentang bagaimana godaan narkoba yang diterima mereka oleh mereka. Seperti yang disampaikan oleh seorang mahasiswa yang bernama Rio, dia mengakui pernah ditawari oleh temannya yang mengkonsumsi obat terlarang tapi karena memiliki prinsip dan tahu resiko dari narkoba maka memilih menolaknya. Lain cerita dengan Samsul yang pernah memiliki kakak laki-laki pecandu narkoba namun sekarang sudah meninggal dunia karena setiap kali direhabilitasi selalu kembali kambuh. Namun bagi Samsul dan keluarganya, dengan kepergian sang kakak selama-lamanya adalah pembebasan dari penderitaan karena narkoba.

Menanggapi curhatan dari beberapa mahasiswa tersebut Novy menekankan bahwa kekuatan daya tangkal adalah yang paling utama dalam mengahadapi permalahan narkoba. Kemampuan untuk mengatakan “tidak” pada narkoba adalah sesuatu kekuatan karena pada umumnya penyalahguna narkoba terjerat bukan karena tidak tahu akan bahayanya tapi lebih pada tidak berani mengatakan tidak dan rasa sungkan karena tekanan sosial atau kelompok. Selain itu, Novy juga menghimbau agar para peserta bisa menjadi agen perubahan dilingkungannya terkait masalah narkoba. Sedangkan jika ingin fokus menjadi relawan BNN, dengan tangan terbuka BNN akan menyediakan pembekalan dan pelatihan untuk menjadi relawan. Menurut Novy relawan dari kalangan mahasiswa adalah yang terbaik sebab dengan idealisme pemuda yang tinggi, misi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) akan lebih gencar diwujudkan.


Kamis, 10 Oktober 2019

BKPSDM Menjadi Pelopor Rencana Aksi Nasional Pencegahan Narkoba di Kabupaten Kuningan

kuningankab.bnn.go.id, Kuningan - Semakin beratnya permasalahan narkoba di Indonesia, pemerintah semakin memberikan perhatian lebih untuk penangannya. Presidenpun terakhir menerbitkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019. INPRES ini ditujukan untuk semua pemimpin di Indonesia berkoordinasi dengan BNN untuk peningkatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba).

Pelaksanaan INPRES tersebut tidak terkecuali dilaksanakan di Kabupaten Kuningan. Hal tersebut tampak dari perhatian Bupati yaitu dengan menerbitkan Surat Edaran SE Nomor: 462.4/686/Umum Tentang Optimalisasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba (P4GN) serta Pelaksanaan Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). Salah satu isi surat tersebut menyatakan bahwa BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) untuk menjadi pusat pengadaan test urine bagi ASN dan calon ASN.

Sebagaimana pernyataan Kepala BKPSDM yaitu Uca Sumantri, M.Si bahwa program ini perlu didukung oleh semua pihak tidak terkecuali BKPSDM. Menurutnya, program P4GN sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kuningan saat ini yaitu Kuningan MAJU (Makmur, Agamis, Pinunjul). Dengan mewujudkan ASN yang bersih narkoba maka akan berpengaruh pada kinerja mereka untuk melayani 1,2 juta penduduk Kuningan. Karena tidak mungkin mewujudkan Kuningan Bersinar jika ASNnya tidak dapat menjadi teladan.

Kepala BNN Kabupaten Kuningan Edi Heryadi menyambut baik intensi dari Kepala BKPSDM terkait P4GN dan Desa Bersinar. Edi menghimbau dengan optimalisasi yang dipelopori oleh BKPSDM, SKPD-SKPD yang lain menunjukkan kerjasamanya dengan melaksanakan kegiatan serupa di instansi masing-masing. “Seperti BKPSDM, kami harapkan SKPD di Kuningan bisa melaksanakan Rencana Aksi Nasional yang meliputi sosialisasi, Regulasi , test urine, penggiat/relawan, dan data P4GN” tukas Edi.


Senin, 24 Februari 2020

Milenial, Stop Idolakan Artis Penyalahguna Narkoba!

Menjadi generasi dengan proporsi jumlah penduduk terbanyak pada tahun 2020, generasi milenial memiliki porsi yang besar dalam pembangunan bangsa Indonesia. Selain untuk meneruskan estafet kepemimpinan dari generasi sebelumnya yaitu generasi X, generasi milenial (Y) juga memiliki tanggung jawab sebagai teladan bagi generasi berikutnya yaitu generasi Z. Berhubungan dengan perannya tersebut, bagaimana generasi milenial dalam partisipasi memberantas narkoba serta bagaimana menyikapi artis penyalahguna narkoba?

Berdasarkan data BPS tahun 2017, jumlah  generasi milenial mencapai sekitar 88 juta jiwa atau 33,75 persen dari total penduduk Indonesia. Proporsi tersebut lebih besar dari proporsi generasi sebelumnya seperti generasi X yang (25,74 persen) maupun generasi baby boom+veteran (11,27 persen). Demikian juga dengan jumlah generasi Z  baru mencapai sekitar 29,23 persen. Meski menjadi penduduk terbanyak se-Indonesia, tidak sedikit generasi milenial memberikan contoh buruk terutama yang berasal dari kalangan dunia hiburan atau artis. Beberapa diantara mereka yang tertangkap menyalahgunakan narkoba sepanjang tahun 2019 antara lain Jefri Nichol, Vicky Nitinegoro, Jupiter Fortissimo, Aris Idol, Zul Zifilia, Rifat Sungkar, dan Nunung Srimulat yang lebih condong pada generasi X. Tahun 2020 yang sempat membuat gempar adalah Lucinta Luna alias Muhammad Fattah yang kedapatan menyalahgunakan psikotropika.

Deretan penyalahguna dari kalangan artis akan terus bermunculan hal ini disebabkan oleh bebrapa faktor antara lain agar kuat bekerja seharian, depresi atau kecemasan, membuat semangat dan menimbulkan rasa senang, tidak kehilangan banyak saat menggunakan karena banyak uang. Meski menggunakannya atas keinginan pribadi namun hal yang tidak mereka sadari dapat ditiru secara tidak langsung  oleh penggemarnya. Hal itu yang seharusnya dihindari oleh generasi milenial bila mendapati idolanya melakukan perbuatan yang salah. Karena alasan mengidolakan harus didasari dengan nilai positif si artis bukan serta merta meniru perilakunya termasuk menyalahgunakan narkoba.

Milenial diharapkan berpikir dengan logika bila mengetahui sang idola ternyata penyalahguna narkoba yaitu memberikan empati secukupnya saja. Karena memberi empati berlebihan akan memberi rasa kasihan yang berlebihan juga sehingga berdampak pada psikologis pemakluman atas kesalahan yang dilakukan dan berakibat membenarkan perbuatan yang salah. Selanjutnya, tidak ada salahnya berhenti mengidolakan bila perbuatan sang idola menyimpang dari hukum dan norma sosial yang berlaku, karena seharusnya idola bisa membedakan mana yang benar dan salah, baik dan buruk, bermanfaat dan bermudharat. Jika sang idola tidak mampu membedakan hal tersebut maka tidak layak untuk menjadi panutan. Tidak itu saja, dasar dalam mengidolakan seseorang adalah karena prestasi yang bikin bangga bukan hanya cari sensasi semata. Maka pilih sosok idola yang prestasinya membuat fans turut bangga baik berupa memenangkan penghargaan atau pencapaian-pencapain yang lainnya.

Hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center, secara gamblang menjelaskan generasi Millennial merupakan generasi yang unik jika dibanding dengan generasi sebelumnya. Keunikan paling mencolok dari generasi ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan para generasi millennial tak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet dan entertainment/hiburan sudah jadi kebutuhan pokok tak tertandingi bagi generasi ini. Indonesia 2020 akan sangat ditentukan oleh para generasi millennial dengan perpaduan masyarakat kelas menengah dan juga masyarakat urban. Banyak pakar yang menyebut kombinasi ini sebagai ‘the urban middle-class millennials’, yang akan menjadi pemeran utama dalam sejarah Indonesia di masa yang akan datang. Untuk mengukir sejarah masa depan, maka dari itu generasi milenial harus adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki daya tangkal tinggi terhadap narkoba yang notabene dapat merusak masa depan mereka dan bangsa Indonesia. (NK)


Senin, 17 Februari 2020

Layakkah Ganja dilegalkan di Indonesia?

Legalisasi ganja sempat mencuat kembali beberapa waktu lalu setelah anggota DPR melontarkan usulan agar Indonesia mengekspor ganja keluar negeri sebagai komoditas yang menguntungkan.  Sebelumnya, legalisasi ganja sempat menjadi polemik di masyarakat setelah kasus Fidelis yang  menanam dan memanfaatkan ganja untuk mengobati istrinya yang sedang sakit parah. Meski demikian, kasus ini menjadi isu nasional yang menyebabkan kegaduhan publik antara pro dan kontra perihal pelegalan ganja. Lalu layakkah ganja di legalkan di negeri Indonesia ini?

Kontroversi bahwa ganja membawa manfaat atau mudharat telah bergulir sejak dahulu kala. Seperti pada umumnya narkotika, ganja membawa manfaat bila dimanfaatkan dengan benar dan oleh orang-orang yang telah memiliki otoritas sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Disisi lain dapat mendatangkan mudharat bila disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak memiliki otoritas karena dapat membahayakan  hidupnya.  Berikut ini alasan mengapa ganja bermanfaat namun juga bermudharat:

Manfaat Ganja:

  1. Membantu penyembuhan tulang patah
  2. Mencegah serangan epilepsi
  3. Meringankan penyakit glaucoma
  4. Mengatasi Alzheimer
  5. Dapat membunuh kanker
  6. Meredam efek kemoterapi

Mudharat Ganja:

  1. Merusak pembuluh darah
  2. Mempengaruhi memori jangka pendek
  3. Mempengaruhi kreativitas
  4. Menghancurkan sel otak
  5. Meningkatkan resiko kanker testis
  6. Membuat miskin

Beberapa jurnal penelitian meng-klaim manfaat ganja, namun kepopuleran ganja medis dinilai sebagai sensasi belaka. Hal tersebut tertuang dalam studi ilmiah terbaru yang diterbitkan jurnal Lancet Psychiatry. Peneliti melakukan skrining terhadap 83 studi efek kanabinoid pada orang dengan masalah kesehatan mental dan neurologis termasuk depresi, kecemasan, sindrom Tourette, ADHD, PTSD dan psikosis.

Meski menemukan hasil positif di sana-sini, beberapa penelitian belum menunjukkan bukti bahwa kandungan CBD-THC pada ganja medis dapat mengurangi gejala kecemasan dan gejala tertentu PTSD. Bahkan hasil positif yang dirasakan pasien mungkin tidak langsung disebabkan oleh penggunaan ganja medis namun oleh faktor lain termasuk sugesti. Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sedang diteliti secara ilmiah.

Para peneliti mencatat bahwa ganja medis sering diresepkan untuk pasien yang depresi dan mengalami kecemasannya sebagai kondisi sekunder dengan penyakit kronis sebagai diagnosis primer. Jadi peneliti kesulitan melihat bagaimana obat bekerja.Selain itu, banyak orang tidak menggunakan kanabinoid tingkat farmasi, dan sebuah badan penelitian mengatakan bahwa menggunakan ganja non-medis dapat memperburuk gejala kesehatan mental.

Sementara itu, legalitas ganja bervariasi dari satu negara ke negara lain sehingga menciptakan pasar gelap dan abu-abu. Bahkan sebagian besar produk turunan ganja tidak termasuk dalam bidang Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat. Sampai saat ini di negara ASEAN hanya Thailand yang telah melegalkan ganja medis, sedangkan Malaysia sedang mempertimbangkan aturan yang sama. Untuk di Indonesia, ganja masih menjadi musuh negara. Betapa tidak? Sampai saat ini manfaat dan mudharatnya tidak seimbang. Hal ini terbukti dengan data BNN tahun 2019 yang menyatakan bahwa  lima jenis narkoba terbanyak disalahgunakan dalam 1 tahun  terakhir adalah  Ganja (65,5%), Shabu (38%), Ekstasi (18,7%), Pil koplo (14,6%), dan Dextro (6,4%). Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa legalitas ganja adalah tidak layak di NKRI. Jika masih illegal saja sudah parah, apalagi dilegalkan? Mau jadi apa negeri ini? (NK)


Rabu, 29 Januari 2020

Membentengi Anak Dari Narkoba Melalui Dongeng

Permasalahan narkoba yang menjangkit sekitar 5 juta penduduk di Indonesia perlu penanganan optimal. Tidak hanya menjadi tugas BNN selaku koordinator pemerintah, namun juga masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan data BNN menyebutkan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan yang sebelumnya 20 persen kini naik menjadi sebesar 24 hingga 28 persen. Sedangkan Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2011 hingga 2016 menunjukan peningkatan penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak di bawah umur di seluruh Indonesia mencapai 400% dengan jumlah total sekitar 14.000 jiwa pada rentang usia 12-21 tahun.Kebanyakan dari mereka menyalahgunakan narkoba karena bujukan teman dan kesadaran yang rendah terhadap resiko dari penyalahgunaan tersebut. Oleh sebab itu menumbuhkan kesadaran tentang resiko terburuk narkoba dari usia anak-anak ada perlunya.

Berbeda dengan penyampaian P4GN (Pencegahan dan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) untuk orang remaja dan dewasa yang lebih pada edukasi mengenali jenis narkoba agar dapat menjauhinya, penyampaian terhadap anak-anak harus disampaikan secara kreatif salah satunya melalui dongeng.  Makna Dongeng ialah sebuah cerita khayalan atau cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng biasanya mempunyai sifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan. Selain itu, Dongeng merupakan cerita yang dikarang dan diceritakan kembali dengan secara berulang-ulang oleh orang-orang. Cerita itu bisa dibuat dikarenakan terinspirasi dari suatu peristiwa.

Banyak pihak yang setuju bahwa metode dongeng merupakan metode yang efektif serta menyenangkan bagi anak. Mendengarkan dongeng mampu menyerap perhatian anak sehingga tanpa sadar, nilai moral yang ditanamkan dalam cerita dapat diserap secara baik oleh anak. Pemberian intervensi berupa dongeng juga cocok dilakukan pada usia sekolah dasar, karena pada usia inilah anak mulai mengenal lingkungan baru. Sehingga adanya intervensi yang dapat menuntun jalannya sangat membantu anak dalam beradaptasi.

Cerita yang disampaikan tidak berat dan mudah dimengerti. Implementasi dongeng diterapkan dalam kehidupan data member anak daya tangkal terhadap narkoba. Karena anak akan mencocokkan dengan cerita dongeng yang didengarnya. Contoh,  seorang anak yang ditawari permen oleh orang yang tak dikenal namun mereka menolaknya karena takut permen tersebut akan membuat mereka sakit seperti pesan ibu mereka.

Berikut ini manfaat dongeng yang dilansir dari doktersehat.com :

  1. Mengasah daya pikir

Manfaat membacakan dongeng untuk anak yang pertama, dapat mengasah daya pikir dan imajinasi anak. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan dari dongeng.

  1. Melatih etika dan empati anak

Manfaat dongeng sebagai media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seperti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi.

  1. Menumbuhkan minat baca

Manfaat dongeng untuk anak dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongeng, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak

“Jika Anda ingin anak-anak menjadi cerdas, bacakan dongeng untuk anak. Jika Anda ingin anak lebih pintar, bacalah lebih banyak dongeng,” (Albert Einstein). Membacakan dongeng untuk anak memainkan peran penting dalam pengembangan literasi dini, yang berperan penting dalam kemampuan membaca dan menulis. Imajinasi anak-anak semakin meningkat setelah mendengarkan dongeng.

  1. Mengajarkan anak berpikir positf

Anak-anak belajar dari karakter dalam cerita dongeng dapat membantunya menghubungkan situasi dengan kehidupan mereka sendiri.Manfaat dongeng tersebut menunjukkan kepada anak-anak bagaimana cara memiliki pandangan positif di tengah-tengah kecemasan, perkelahian, dan masalah dalam hidup. Cara ini juga mampu mengajarkan anak dalam keterampilan berpikir kritis.

  1. Membangun kecerdasan emosional anak

Dunia saat ini mungkin dilihat sebagai tempat yang menakutkan. Tidak sedikit keluarga dan terutama anak-anak dapat mengalami stres yang luar biasa. Ketika kondisi seperti itu, anak-anak perlu dilatih bahwa hal-hal buruk terjadi pada semua orang. Manfaat membacakan dongeng untuk anak dapat membantunya mengembangkan ketahanan emosional, dengan membantu anak menghubungkan cerita dengan masalah kehidupan nyata di mana sebagian besar ‘pahlawan menang.’

  1. Mengurangi kecemasan

Dongeng sebelum tidur adalah cara yang baik untuk menenangkan pikiran dan tubuhnya. Bahkan jika anak terlalu bersemangat, manfaat membaca dongeng untuk anak akan membantunya terlibat dalam dunia yang sama sekali berbeda dan terbebas dari semua kecemasan.Membacakan dongeng dapat membantu menjadi tenang sehingga orang tua dan anak bisa tidur. Bacakan anak dongeng setengah jam sebelum tidur dan buatlah suasana tenang dengan meredupkan lampu, dan bacakan cerita favorit dengan suara lembut yang menenangkan.

  1. Meningkatkan perhatian anak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, manfaat dongeng untuk anak sebagai pengantar tidur adalah cara terbaik untuk membantunya merasa nyaman dengan rutin membaca. Kebiasaan ini sangat berguna dan sehat, sehingga dapat meningkatkan rentang perhatiannya saat dibacakan dongeng setiap malam.

  1. Memiliki waktu berkualitas bersama anak

Menyisihkan waktu setiap malam untuk membaca dongeng bersama buah hati adalah cara yang bagus untuk mendengarkan cerita yang sangat disukai. Ketika orang tua membawakan buku-buku baru dan favorit dengan membacanya secara ekspresif, tentu ini akan menjalin hubungan emosional yang memungkinkan anak menemukan dan memaknai nilai-nilai dalam buku-buku tersebut.

  1. Menuntun anak dalam melakukan sesuatu

Saat anak belajar melakukan sesuatu seperti menggunakan toilet atau mulai pergi ke taman kanak-kanak, adalah hal yang mungkin menakutkan dan mencemaskan bagi anak kecil. Sebagai penuntun, manfaat dongeng untuk anak dapat membantunya melalui tahap-tahap tersebut, agar menjadi lebih berani dan siap untuk menghadapi tantangan baru.

Dongeng adalah bentuk intervensi diseminasi informasi P4GN dalam kehiduan sehari-hari yang dapat dilakukan oleh keluarga dan orang tua. Intervensi terkadang didesain untuk diimplementasikan pada periode transisi. Intervensi ditujukan untuk membantu anak melawati fase ini. Bertemu dengan lingkungan baru yang tak dikenali sebelumnya dapat mempengaruhi psikologis anak. Untuk itu, intervensi sebagai upaya pencegahan dini terhadap narkoba merupakan hal yang pas untuk disampaikan di usia sekolah dasar.

United Nation of Drug and Crime (2014) merumuskan tujuan dari program pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah, diataranya pemberian Pengetahuan meliputi cara meningkatkatkan kepercayaan diri sendiri dan orang lain, cara untuk berbagi dan peduli kepada keluarga dan teman-teman, orang-orang yang dapat membantu anak ketika memiliki pertanyaan atau masalah, cara untuk menerimanya perbedaan fisik dan emosi pada masing masing individu, serta apa itu obat-obatan, fungsi obat-obatan, bagaimana aturan pemakaiannya, serta bahaya jika salah penggunaannya. (NK)


Senin, 9 September 2019

DESA BERSINAR (Bersih Narkoba)

kuningankab.bnn.go.id, Dengan semakin tingginya interaksi antar bangsa baik melalui dunia digital ataupun tatap muka, masuknya narkoba ke desa-desa bukanlah suatu kemustahilan. Terutama desa-desa yang berada di daerah perbatasan negara dan menjadi sasaran yang paling aman bagi Bandar narkoba. Untuk itu, karena desa menjadi wilayah strategis untuk jalur penyelundupan dan penyebaran penyalahgunaan serta peredaran narkoba, maka desa harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya ini harus segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat desa untuk ikut andil dalam memerangi narkoba.

Upaya partisipasi masyarakat desa tersebut juga tampak pada Kabupaten Kuningan yang memiliki 10 desa yang diunggulkan untuk program desa Bersinar (Bersih Narkoba) antara lain Desa Cibuntu, Desa Kertawirama, Desa Darma, Desa Peusing, Desa Langseb, Desa Linggarjati, Desa Sangkanhurip, Desa Pajawan Kidul, Desa Cikupa, Desa Paniis. Tolak ukur desa bersinar yaitu :

Pertama, melakukan KIE: Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada masyarakat di Desa dengan bentuk kegiatan seperti penyuluhan, gerakan masyarakat, siskamling dan lain-alin. Kegiatan tersebut diatas dapat dilaksanakan dengan membentuk relawan anti narkoba.

Kedua, Membentuk Relawan Anti Narkoba oleh Kepala Desa dari unsur masyarakat Desa. Relawan masyarakat bertujuan untuk menggerakkan masyarakat desa agar dapat berperan aktif dalam upaya P4GN sehingga diharapkan muncul Penggiat-Penggiat anti narkoba yang dapat dilaksanakan.

Ketiga, Membentuk Agen Pemulihan yang terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Bidan Desa, Karang Taruna, dll. (NK)


Senin, 17 Februari 2020

Layakkah Ganja dilegalkan di Indonesia?

Legalisasi ganja sempat mencuat kembali beberapa waktu lalu setelah anggota DPR melontarkan usulan agar Indonesia mengekspor ganja keluar negeri sebagai komoditas yang menguntungkan.  Sebelumnya, legalisasi ganja sempat menjadi polemik di masyarakat setelah kasus Fidelis yang  menanam dan memanfaatkan ganja untuk mengobati istrinya yang sedang sakit parah. Meski demikian, kasus ini menjadi isu nasional yang menyebabkan kegaduhan publik antara pro dan kontra perihal pelegalan ganja. Lalu layakkah ganja di legalkan di negeri Indonesia ini?

Kontroversi bahwa ganja membawa manfaat atau mudharat telah bergulir sejak dahulu kala. Seperti pada umumnya narkotika, ganja membawa manfaat bila dimanfaatkan dengan benar dan oleh orang-orang yang telah memiliki otoritas sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Disisi lain dapat mendatangkan mudharat bila disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak memiliki otoritas karena dapat membahayakan  hidupnya.  Berikut ini alasan mengapa ganja bermanfaat namun juga bermudharat:

Manfaat Ganja:

  1. Membantu penyembuhan tulang patah
  2. Mencegah serangan epilepsi
  3. Meringankan penyakit glaucoma
  4. Mengatasi Alzheimer
  5. Dapat membunuh kanker
  6. Meredam efek kemoterapi

Mudharat Ganja:

  1. Merusak pembuluh darah
  2. Mempengaruhi memori jangka pendek
  3. Mempengaruhi kreativitas
  4. Menghancurkan sel otak
  5. Meningkatkan resiko kanker testis
  6. Membuat miskin

Beberapa jurnal penelitian meng-klaim manfaat ganja, namun kepopuleran ganja medis dinilai sebagai sensasi belaka. Hal tersebut tertuang dalam studi ilmiah terbaru yang diterbitkan jurnal Lancet Psychiatry. Peneliti melakukan skrining terhadap 83 studi efek kanabinoid pada orang dengan masalah kesehatan mental dan neurologis termasuk depresi, kecemasan, sindrom Tourette, ADHD, PTSD dan psikosis.

Meski menemukan hasil positif di sana-sini, beberapa penelitian belum menunjukkan bukti bahwa kandungan CBD-THC pada ganja medis dapat mengurangi gejala kecemasan dan gejala tertentu PTSD. Bahkan hasil positif yang dirasakan pasien mungkin tidak langsung disebabkan oleh penggunaan ganja medis namun oleh faktor lain termasuk sugesti. Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sedang diteliti secara ilmiah.

Para peneliti mencatat bahwa ganja medis sering diresepkan untuk pasien yang depresi dan mengalami kecemasannya sebagai kondisi sekunder dengan penyakit kronis sebagai diagnosis primer. Jadi peneliti kesulitan melihat bagaimana obat bekerja.Selain itu, banyak orang tidak menggunakan kanabinoid tingkat farmasi, dan sebuah badan penelitian mengatakan bahwa menggunakan ganja non-medis dapat memperburuk gejala kesehatan mental.

Sementara itu, legalitas ganja bervariasi dari satu negara ke negara lain sehingga menciptakan pasar gelap dan abu-abu. Bahkan sebagian besar produk turunan ganja tidak termasuk dalam bidang Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat. Sampai saat ini di negara ASEAN hanya Thailand yang telah melegalkan ganja medis, sedangkan Malaysia sedang mempertimbangkan aturan yang sama. Untuk di Indonesia, ganja masih menjadi musuh negara. Betapa tidak? Sampai saat ini manfaat dan mudharatnya tidak seimbang. Hal ini terbukti dengan data BNN tahun 2019 yang menyatakan bahwa  lima jenis narkoba terbanyak disalahgunakan dalam 1 tahun  terakhir adalah  Ganja (65,5%), Shabu (38%), Ekstasi (18,7%), Pil koplo (14,6%), dan Dextro (6,4%). Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa legalitas ganja adalah tidak layak di NKRI. Jika masih illegal saja sudah parah, apalagi dilegalkan? Mau jadi apa negeri ini? (NK)


Senin, 24 Februari 2020

Milenial, Stop Idolakan Artis Penyalahguna Narkoba!

Menjadi generasi dengan proporsi jumlah penduduk terbanyak pada tahun 2020, generasi milenial memiliki porsi yang besar dalam pembangunan bangsa Indonesia. Selain untuk meneruskan estafet kepemimpinan dari generasi sebelumnya yaitu generasi X, generasi milenial (Y) juga memiliki tanggung jawab sebagai teladan bagi generasi berikutnya yaitu generasi Z. Berhubungan dengan perannya tersebut, bagaimana generasi milenial dalam partisipasi memberantas narkoba serta bagaimana menyikapi artis penyalahguna narkoba?

Berdasarkan data BPS tahun 2017, jumlah  generasi milenial mencapai sekitar 88 juta jiwa atau 33,75 persen dari total penduduk Indonesia. Proporsi tersebut lebih besar dari proporsi generasi sebelumnya seperti generasi X yang (25,74 persen) maupun generasi baby boom+veteran (11,27 persen). Demikian juga dengan jumlah generasi Z  baru mencapai sekitar 29,23 persen. Meski menjadi penduduk terbanyak se-Indonesia, tidak sedikit generasi milenial memberikan contoh buruk terutama yang berasal dari kalangan dunia hiburan atau artis. Beberapa diantara mereka yang tertangkap menyalahgunakan narkoba sepanjang tahun 2019 antara lain Jefri Nichol, Vicky Nitinegoro, Jupiter Fortissimo, Aris Idol, Zul Zifilia, Rifat Sungkar, dan Nunung Srimulat yang lebih condong pada generasi X. Tahun 2020 yang sempat membuat gempar adalah Lucinta Luna alias Muhammad Fattah yang kedapatan menyalahgunakan psikotropika.

Deretan penyalahguna dari kalangan artis akan terus bermunculan hal ini disebabkan oleh bebrapa faktor antara lain agar kuat bekerja seharian, depresi atau kecemasan, membuat semangat dan menimbulkan rasa senang, tidak kehilangan banyak saat menggunakan karena banyak uang. Meski menggunakannya atas keinginan pribadi namun hal yang tidak mereka sadari dapat ditiru secara tidak langsung  oleh penggemarnya. Hal itu yang seharusnya dihindari oleh generasi milenial bila mendapati idolanya melakukan perbuatan yang salah. Karena alasan mengidolakan harus didasari dengan nilai positif si artis bukan serta merta meniru perilakunya termasuk menyalahgunakan narkoba.

Milenial diharapkan berpikir dengan logika bila mengetahui sang idola ternyata penyalahguna narkoba yaitu memberikan empati secukupnya saja. Karena memberi empati berlebihan akan memberi rasa kasihan yang berlebihan juga sehingga berdampak pada psikologis pemakluman atas kesalahan yang dilakukan dan berakibat membenarkan perbuatan yang salah. Selanjutnya, tidak ada salahnya berhenti mengidolakan bila perbuatan sang idola menyimpang dari hukum dan norma sosial yang berlaku, karena seharusnya idola bisa membedakan mana yang benar dan salah, baik dan buruk, bermanfaat dan bermudharat. Jika sang idola tidak mampu membedakan hal tersebut maka tidak layak untuk menjadi panutan. Tidak itu saja, dasar dalam mengidolakan seseorang adalah karena prestasi yang bikin bangga bukan hanya cari sensasi semata. Maka pilih sosok idola yang prestasinya membuat fans turut bangga baik berupa memenangkan penghargaan atau pencapaian-pencapain yang lainnya.

Hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center, secara gamblang menjelaskan generasi Millennial merupakan generasi yang unik jika dibanding dengan generasi sebelumnya. Keunikan paling mencolok dari generasi ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan para generasi millennial tak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet dan entertainment/hiburan sudah jadi kebutuhan pokok tak tertandingi bagi generasi ini. Indonesia 2020 akan sangat ditentukan oleh para generasi millennial dengan perpaduan masyarakat kelas menengah dan juga masyarakat urban. Banyak pakar yang menyebut kombinasi ini sebagai ‘the urban middle-class millennials’, yang akan menjadi pemeran utama dalam sejarah Indonesia di masa yang akan datang. Untuk mengukir sejarah masa depan, maka dari itu generasi milenial harus adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki daya tangkal tinggi terhadap narkoba yang notabene dapat merusak masa depan mereka dan bangsa Indonesia. (NK)


Senin, 9 September 2019

DESA BERSINAR (Bersih Narkoba)

kuningankab.bnn.go.id, Dengan semakin tingginya interaksi antar bangsa baik melalui dunia digital ataupun tatap muka, masuknya narkoba ke desa-desa bukanlah suatu kemustahilan. Terutama desa-desa yang berada di daerah perbatasan negara dan menjadi sasaran yang paling aman bagi Bandar narkoba. Untuk itu, karena desa menjadi wilayah strategis untuk jalur penyelundupan dan penyebaran penyalahgunaan serta peredaran narkoba, maka desa harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya ini harus segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat desa untuk ikut andil dalam memerangi narkoba.

Upaya partisipasi masyarakat desa tersebut juga tampak pada Kabupaten Kuningan yang memiliki 10 desa yang diunggulkan untuk program desa Bersinar (Bersih Narkoba) antara lain Desa Cibuntu, Desa Kertawirama, Desa Darma, Desa Peusing, Desa Langseb, Desa Linggarjati, Desa Sangkanhurip, Desa Pajawan Kidul, Desa Cikupa, Desa Paniis. Tolak ukur desa bersinar yaitu :

Pertama, melakukan KIE: Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada masyarakat di Desa dengan bentuk kegiatan seperti penyuluhan, gerakan masyarakat, siskamling dan lain-alin. Kegiatan tersebut diatas dapat dilaksanakan dengan membentuk relawan anti narkoba.

Kedua, Membentuk Relawan Anti Narkoba oleh Kepala Desa dari unsur masyarakat Desa. Relawan masyarakat bertujuan untuk menggerakkan masyarakat desa agar dapat berperan aktif dalam upaya P4GN sehingga diharapkan muncul Penggiat-Penggiat anti narkoba yang dapat dilaksanakan.

Ketiga, Membentuk Agen Pemulihan yang terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Bidan Desa, Karang Taruna, dll. (NK)


Rabu, 29 Januari 2020

Membentengi Anak Dari Narkoba Melalui Dongeng

Permasalahan narkoba yang menjangkit sekitar 5 juta penduduk di Indonesia perlu penanganan optimal. Tidak hanya menjadi tugas BNN selaku koordinator pemerintah, namun juga masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan data BNN menyebutkan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan yang sebelumnya 20 persen kini naik menjadi sebesar 24 hingga 28 persen. Sedangkan Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2011 hingga 2016 menunjukan peningkatan penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak di bawah umur di seluruh Indonesia mencapai 400% dengan jumlah total sekitar 14.000 jiwa pada rentang usia 12-21 tahun.Kebanyakan dari mereka menyalahgunakan narkoba karena bujukan teman dan kesadaran yang rendah terhadap resiko dari penyalahgunaan tersebut. Oleh sebab itu menumbuhkan kesadaran tentang resiko terburuk narkoba dari usia anak-anak ada perlunya.

Berbeda dengan penyampaian P4GN (Pencegahan dan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) untuk orang remaja dan dewasa yang lebih pada edukasi mengenali jenis narkoba agar dapat menjauhinya, penyampaian terhadap anak-anak harus disampaikan secara kreatif salah satunya melalui dongeng.  Makna Dongeng ialah sebuah cerita khayalan atau cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng biasanya mempunyai sifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan. Selain itu, Dongeng merupakan cerita yang dikarang dan diceritakan kembali dengan secara berulang-ulang oleh orang-orang. Cerita itu bisa dibuat dikarenakan terinspirasi dari suatu peristiwa.

Banyak pihak yang setuju bahwa metode dongeng merupakan metode yang efektif serta menyenangkan bagi anak. Mendengarkan dongeng mampu menyerap perhatian anak sehingga tanpa sadar, nilai moral yang ditanamkan dalam cerita dapat diserap secara baik oleh anak. Pemberian intervensi berupa dongeng juga cocok dilakukan pada usia sekolah dasar, karena pada usia inilah anak mulai mengenal lingkungan baru. Sehingga adanya intervensi yang dapat menuntun jalannya sangat membantu anak dalam beradaptasi.

Cerita yang disampaikan tidak berat dan mudah dimengerti. Implementasi dongeng diterapkan dalam kehidupan data member anak daya tangkal terhadap narkoba. Karena anak akan mencocokkan dengan cerita dongeng yang didengarnya. Contoh,  seorang anak yang ditawari permen oleh orang yang tak dikenal namun mereka menolaknya karena takut permen tersebut akan membuat mereka sakit seperti pesan ibu mereka.

Berikut ini manfaat dongeng yang dilansir dari doktersehat.com :

  1. Mengasah daya pikir

Manfaat membacakan dongeng untuk anak yang pertama, dapat mengasah daya pikir dan imajinasi anak. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan dari dongeng.

  1. Melatih etika dan empati anak

Manfaat dongeng sebagai media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seperti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi.

  1. Menumbuhkan minat baca

Manfaat dongeng untuk anak dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongeng, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak

“Jika Anda ingin anak-anak menjadi cerdas, bacakan dongeng untuk anak. Jika Anda ingin anak lebih pintar, bacalah lebih banyak dongeng,” (Albert Einstein). Membacakan dongeng untuk anak memainkan peran penting dalam pengembangan literasi dini, yang berperan penting dalam kemampuan membaca dan menulis. Imajinasi anak-anak semakin meningkat setelah mendengarkan dongeng.

  1. Mengajarkan anak berpikir positf

Anak-anak belajar dari karakter dalam cerita dongeng dapat membantunya menghubungkan situasi dengan kehidupan mereka sendiri.Manfaat dongeng tersebut menunjukkan kepada anak-anak bagaimana cara memiliki pandangan positif di tengah-tengah kecemasan, perkelahian, dan masalah dalam hidup. Cara ini juga mampu mengajarkan anak dalam keterampilan berpikir kritis.

  1. Membangun kecerdasan emosional anak

Dunia saat ini mungkin dilihat sebagai tempat yang menakutkan. Tidak sedikit keluarga dan terutama anak-anak dapat mengalami stres yang luar biasa. Ketika kondisi seperti itu, anak-anak perlu dilatih bahwa hal-hal buruk terjadi pada semua orang. Manfaat membacakan dongeng untuk anak dapat membantunya mengembangkan ketahanan emosional, dengan membantu anak menghubungkan cerita dengan masalah kehidupan nyata di mana sebagian besar ‘pahlawan menang.’

  1. Mengurangi kecemasan

Dongeng sebelum tidur adalah cara yang baik untuk menenangkan pikiran dan tubuhnya. Bahkan jika anak terlalu bersemangat, manfaat membaca dongeng untuk anak akan membantunya terlibat dalam dunia yang sama sekali berbeda dan terbebas dari semua kecemasan.Membacakan dongeng dapat membantu menjadi tenang sehingga orang tua dan anak bisa tidur. Bacakan anak dongeng setengah jam sebelum tidur dan buatlah suasana tenang dengan meredupkan lampu, dan bacakan cerita favorit dengan suara lembut yang menenangkan.

  1. Meningkatkan perhatian anak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, manfaat dongeng untuk anak sebagai pengantar tidur adalah cara terbaik untuk membantunya merasa nyaman dengan rutin membaca. Kebiasaan ini sangat berguna dan sehat, sehingga dapat meningkatkan rentang perhatiannya saat dibacakan dongeng setiap malam.

  1. Memiliki waktu berkualitas bersama anak

Menyisihkan waktu setiap malam untuk membaca dongeng bersama buah hati adalah cara yang bagus untuk mendengarkan cerita yang sangat disukai. Ketika orang tua membawakan buku-buku baru dan favorit dengan membacanya secara ekspresif, tentu ini akan menjalin hubungan emosional yang memungkinkan anak menemukan dan memaknai nilai-nilai dalam buku-buku tersebut.

  1. Menuntun anak dalam melakukan sesuatu

Saat anak belajar melakukan sesuatu seperti menggunakan toilet atau mulai pergi ke taman kanak-kanak, adalah hal yang mungkin menakutkan dan mencemaskan bagi anak kecil. Sebagai penuntun, manfaat dongeng untuk anak dapat membantunya melalui tahap-tahap tersebut, agar menjadi lebih berani dan siap untuk menghadapi tantangan baru.

Dongeng adalah bentuk intervensi diseminasi informasi P4GN dalam kehiduan sehari-hari yang dapat dilakukan oleh keluarga dan orang tua. Intervensi terkadang didesain untuk diimplementasikan pada periode transisi. Intervensi ditujukan untuk membantu anak melawati fase ini. Bertemu dengan lingkungan baru yang tak dikenali sebelumnya dapat mempengaruhi psikologis anak. Untuk itu, intervensi sebagai upaya pencegahan dini terhadap narkoba merupakan hal yang pas untuk disampaikan di usia sekolah dasar.

United Nation of Drug and Crime (2014) merumuskan tujuan dari program pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah, diataranya pemberian Pengetahuan meliputi cara meningkatkatkan kepercayaan diri sendiri dan orang lain, cara untuk berbagi dan peduli kepada keluarga dan teman-teman, orang-orang yang dapat membantu anak ketika memiliki pertanyaan atau masalah, cara untuk menerimanya perbedaan fisik dan emosi pada masing masing individu, serta apa itu obat-obatan, fungsi obat-obatan, bagaimana aturan pemakaiannya, serta bahaya jika salah penggunaannya. (NK)


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA BARAT

230

Total Kasus Narkoba

330

Total Tersangka Kasus Narkoba

461

Total Pasien Penyalahgunaan

1,441

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

1,850,207

Jumlah Sebaran Informasi